Bibir parit bersandbag di malam hari. Di seberang tanah tak bertuan yang berkawah, dewa raksasa berwajah besi tergeletak di lumpur, tangannya terbenam sampai siku, asap menggulung di belakangnya.
Abel Marrow dari belakang, mengangkat lentera tinggi-tinggi di atas parapet. Sekop parit terikat di punggungnya, buku doa tergantung di pinggang.

Ardenne Low, 9 November 1917, pukul 03.40

Tiga tahun kami menggali ke arah musuh. Lalu langit terbuka dan tujuh dewa jatuh di antara dua parit. Sekarang Varnmark dan Selbrook tidur di lubang yang sama, dan aku satu-satunya orang di sini yang tidak memegang senapan.

Kamu Abel Marrow, pendeta lapangan. Kamu membawa lentera, sekop, dan buku doa yang halamannya bisa disobek.

Early access di PC. Versi PS5 dan Xbox Series X|S menyusul.

Abel duduk di peti amunisi di ruang galian sempit, menyobek satu halaman dari buku doa di bawah lentera gantung. Halaman-halaman sobek tertempel di dinding kayu.

Tanpa senapan

Halaman yang disobek tidak tumbuh lagi.

11 November 1917, ruang galian di Ashwick

ABEL MARROW

Pendeta lapangan, resimen campuran

Aturan perang melarang pendeta memegang senjata. Abel mematuhinya, bahkan setelah dewa pertama jatuh dan aturan lain ikut runtuh. Ia berjalan di depan regu dengan lentera dan menggali dengan sekop. Doanya tidak dipercaya semua orang, tapi semua orang diam waktu ia membacanya.

Di Shellvigil kamu tidak menembak. Kamu menerangi jalan regumu dan berunding untuk nyawa mereka.

Isi ransel, dicatat sebelum berangkat

TIGA BENDA

  • Lentera parit kuningan dengan kaca menyala

    Lentera
    Dewa kecil ragu melangkah ke dalam cahayanya. Minyaknya habis lebih cepat dari dugaanmu.

  • Sekop parit lipat bergagang pendek

    Sekop parit
    Untuk menggali saluran dan menahan pukulan. Kalau terpaksa, untuk memukul balik.

  • Buku doa kecil bertali dengan halaman lepas

    Buku doa
    Tiga puluh enam halaman. Tiap halaman bisa disobek dan dipakai satu kali.

Catatan di sampul belakang

PAGES

Halaman yang disobek jadi jimat. Tempelkan di kayu parit, bakar, atau serahkan ke tangan orang lain. Setelah itu halaman hilang dari buku selamanya, jadi sepanjang kampanye kamu terus memilih doa mana yang tidak akan pernah kamu baca lagi.

  • Page 4, Lantern Psalm2Selama sumbu menyala, cahaya lentera menahan dewa kecil di tempatnya.
  • Page 17, The Name Said Twice1Prajurit lawan mendengar namanya sendiri dan menurunkan senapan.
  • Page 31, Burial Without Ground4Lumpur menelan dewa sampai pinggang. Sebagian ingatanmu ikut tertelan.

Angka kuning: berapa tarikan napas yang kamu perlukan untuk membacanya keras-keras di bawah tembakan.

Parit zig-zag berlantai papan di lumpur dangkal. Pintu ruang galian bertirai di kiri, tangga dan periskop di dinding. Jauh di belakang parapet kanan, Saint Culvert berlutut di dalam asap. Private Tomas Greave, pemuda kurus bertopi baja bertepi lebar dan jubah hujan, senapan dipegang rendah. Abel Marrow berdiri membaca buku doa, lentera padam di tangan kirinya, ban lengan bercincin kosong. Corporal Ida Venn dalam mantel panjang, senapan tersandang, tangan kiri dibalut, menatap ke kanan.

Satu parit, dua seragam

Dua pihak menganggap Abel milik pihak lain.

12 November 1917, parit penghubung di Gallows Copse

PARIT YANG SAMA

Garis depan tidak lagi memisahkan dua negara. Sejak dewa jatuh, Varnmark dan Selbrook berjaga di parit yang sama dan saling mengawasi lebih ketat daripada mengawasi langit. Abel berdiri di tengah mereka.

Dicatat sesudah apel pagi

CORPORAL IDA VENN

Varnmark, regu sapper

Dua tahun ia menggali terowongan di bawah posisi Selbrook. Sekarang ia menggali di bawah dewa. Tangan kirinya dibalut sejak Chalk Teeth, dan ia tidak mau bercerita kenapa.

"Kalau doamu bisa menahan atap, Pendeta, aku mau dengar."

Dicatat malam yang sama

PRIVATE TOMAS GREAVE

Selbrook Union, sembilan belas tahun

Tomas tiba di front tiga minggu sebelum langit terbuka. Jarinya lebih cepat dari kepalanya, dan ia tidak percaya pada gencatan. Malam nanti kamu bertemu dengannya di tanah tak bertuan.

Terlihat dari periskop, pukul 05.00

SAINT CULVERT

Dewa ketiga yang jatuh

Separuh besi berpaku, separuh lumpur hidup. Ia berlutut di belakang garis Selbrook sejak hari pertama dan belum pernah berdiri. Prajurit dua pihak meninggalkan roti di dekat tangannya. Belum ada yang tahu apakah ia lapar.

Peta front yang digores di papan hitam, dilihat dari atas: desa bata hancur, hutan tunggul, tambang kapur, sungai dengan jembatan patah, ladang kawah, rel kereta, bukit makam, dan kawah besar tempat dewa jatuh.

Sembilan sektor

2 Oktober 1917, sektor pertama

ASHWICK

Desa bata yang tinggal dinding. Di sini kamu belajar membaca jam Truce dan jarak cahaya lentera. Lonceng gerejanya masih berbunyi tanpa ada yang menarik talinya.

Dua sektor di utara sungai

GALLOWS COPSE, CHALK TEETH

Hutan tunggul yang penuh tali, lalu tambang kapur yang menggigit sepatu. Sapper Varnmark menyimpan peta terowongan di bawah keduanya dan tidak pernah membagikannya.

Musim hujan, air naik setiap malam

PELLWATER, THE SUMP

Jembatan patah dan sungai yang meluap ke kawah. Di The Sump lumpur setinggi dada, dan dewa yang paling lambat pun bisa menyusulmu.

Jalur suplai lama

RAILCUT, SAINT ODA'S HILL

Rel yang dulu membawa peluru, lalu bukit makam yang sudah digali dua kali. Truce paling sering pecah di sini.

Sektor terakhir

CULVERT RIM, THE FALL

Bibir kawah tempat tujuh dewa mendarat. Kompas berputar di sana. Gas belerang menggenang di dasar kawah dan menyala kalau kena flare. Tidak ada manusia yang menjaga sektor ini.

Dewa besi dan lumpur menyeret badannya melewati ladang kawah yang banjir. Di depan, dua prajurit dari pihak berbeda meringkuk bersama di lubang peluru.

Lumpur tidak memihak

Gali dulu. Berdoa kemudian.

13 November 1917, hujan sejak subuh

MUD

Lumpur memperlambat semua yang berjalan di atasnya: kamu, regumu, prajurit lawan, juga dewa seberat jembatan. Gali saluran dengan sekop supaya jalurmu kering, atau biarkan kawah banjir supaya yang mengejarmu tenggelam sampai lutut.

Jam yang disepakati tanpa pernah ditulis

TRUCE

Pada jam tertentu tembakan berhenti. Antara pukul dua dan fajar kamu bisa menyeberang ke tanah tak bertuan dan berunding dengan manusia atau dengan dewa. Apa yang kamu tawarkan malam ini menentukan siapa yang masih percaya padamu besok malam.

Daftar yang ditulis ulang tiap minggu

THE SEVEN

Saint Culvert, the Wirewife, Hollowbell, Mother Ballast, the Quiet Gun, Lantern-Eater, dan the Ploughed Man. Masing-masing jatuh dengan caranya sendiri dan membunuh dengan caranya sendiri. Empat belas bos lain menunggu di sektor yang tidak wajib kamu masuki.

Gencatan

Tanah tak bertuan, pukul 02.00. Fajar datang pukul 06.00.

Tomas Greave menunggumu di depan Saint Culvert yang berlutut. Kamu punya empat jam. Pilih apa yang kamu katakan dan apa yang kamu berikan, lalu perhatikan wajahnya.

Wajah Tomas tegang, bahunya terangkat.

  1. Tomas mengangkat senapan setinggi dada. Ia belum menembak.

Dari buku doa

Dari ransel

Kaleng penyok berisi tumpukan surat terikat tali di atas firestep berlumpur. Di sebelahnya surat setengah terbuka, lilin pendek di tutup kaleng, kacamata bundar, pensil, dan topi lapangan.

Surat yang tidak dikirim

Ditemukan di saku. Belum berperangko.

Ditemukan 14 November 1917, The Sump

ARLO PENN KEPADA WENNA

Abel menemukan surat ini di saku seorang prajurit Selbrook yang tidak sempat ia doakan. Ia menyalinnya ke buku harian, di antara halaman yang belum disobek.

Wenna,

Hujan lagi. Di sini hujan tidak turun dari langit, ia naik dari tanah. Lumpur sampai lutut. Kemarin aku melihat dewa ketiga menyeret badannya sejauh dua ratus langkah dalam satu siang. Dua ratus langkah, Wen. Kami sudah tidak takut padanya. Kami menghitung langkahnya seperti menghitung gerbong kereta.

Sejak mereka jatuh, tidak ada yang tahu lagi siapa musuh. Di ujung parit kami ada sapper Varnmark. Namanya Venn. Ia membagi tehnya tanpa bertanya aku dari mana. Kami tidak bicara soal perang. Kami bicara soal kaus kaki.

Ada pendeta yang berjalan malam-malam membawa lentera. Ia tidak membawa senapan. Orang bilang ia gila. Tapi tiap kali ia lewat, Saint Culvert menundukkan kepala lebih dalam. Aku melihatnya sendiri, dua kali.

Kata mereka malam ini ada gencatan, dari jam dua sampai subuh. Kalau benar, aku mau menyeberang dan melihat dewa itu dari dekat. Aku mau tahu apakah bagian dalam wajahnya juga besi.

Jangan cerita ke Ibu soal dewa. Bilang saja aku makan cukup. Itu juga tidak benar, tapi lebih gampang dipercaya.

Kalau surat ini sampai, simpan perangkonya. Kalau tidak sampai, ya sudah. Aku sudah menulisnya, dan untuk malam ini itu cukup.

Arlo

Catatan Abel, di bawah salinan: Aku belum tahu ke mana harus mengirimnya. Kapal Selbrook tidak berlabuh di Ardenne Low sejak langit terbuka. Surat ini tinggal bersamaku sampai aku menemukan Wenna, atau sampai bukunya habis.

Surat Arlo salah satu dari enam puluh dokumen yang bisa kamu temukan di parit. Sebagian bisa kamu antarkan. Sebagian lain mengubah siapa yang mau berunding denganmu saat Truce.

Fajar di atas parit yang sunyi. Flare belerang memudar rendah di langit, tangga bersandar di parapet kosong, helm di atas patok. Jauh di sana dewa besi dan lumpur berlutut tanpa bergerak.

Catatan terakhir

16 November 1917, pukul 06.10

SEBELUM BUKU INI DITUTUP

Fajar. Halaman terakhir kupakai untuk hal yang tidak boleh hilang: siapa menyimpan data apa, apa yang boleh kamu lakukan dengan permainan ini, dan ke mana bertanya kalau ada yang rusak. Buka yang kamu perlukan.

Privasi

Kami menyimpan data akun dan data teknis seperlunya untuk menjalankan early access. Kamu bisa meminta salinan, perbaikan, atau penghapusan data kapan saja.

Ketentuan

Aturan dasar memakai situs dan layanan Shellvigil. Jaga akunmu, hormati pemain lain, dan pahami bahwa early access masih terus berubah.

EULA

Lisensi pribadi untuk memasang dan memainkan Shellvigil. Kamu memegang lisensi, sedangkan hak atas karyanya tetap milik Lampblack Works.

Bantuan

Masalah build, simpanan, kontrol, dan aksesibilitas. Kalau jawabannya tidak ada di sini, tulis ke tim kami.

Trailer Shellvigil